SARADAN NEWS

PIMPINAN DAN STAF SARADAN NEWS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1434 H, MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Senin, 12 November 2012

Warga Desa Wunin Di Abaikan Oleh Pemerintah Kabupaten SBT



Warga Desa Wunin Di Abaikan Oleh Pemerintah Kabupaten SBT
 
Bula-Maluku 12/11, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabaupaten Seram Bagian Timur (SBT) Abas Rumatumerik dinilai tidak bertanggungjawab terhadap masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat, bahkan lamban untuk mengambil langkah terkait dengan wabah diare yang terjadi di Desa Wunin Kecamatan Wakatei Kabupaten SBT.

Salah satu warga desa Wunin Frans Rumfudi mengatakan, sangat kecewa terhadap sikap Kepala Dinas SBT yang terkesan lamban dalam melihat persoalan wabah Diare ini, karena telah menelan korban jiwa tiga balita meninggal Dunia, sedangkan yang lain masih mendapat perawatan di rumah-rumah oleh dukun kampung yang tingkat kesembuhannya sangat diragukan.

Frans mengatakan semestinya Dinas Kesehatan SBT sudah mengambil langkah untuk melihat kondisi yang terjadi di desa Wunin, namun Kepala Dinas Kesehatan SBT mengatakan belum menerima laporan dari kepala Puskesmas wakatai, sehingga harus menunggu laporan terlebih dahulu, padahal sudah jelas kalau selama ini belum ada komunikasi berupa telepon di Wakatei.

Dia mengatakan Bupati SBT Abdulah Vanat harus melakukan efaluasi terhadap kinerja Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Abas Rumatumerik, termasuk melakukan efaluasi terhadap petugas puskesmas Wakatei yang selama sering meninggalkan tempat tugas, karena ada pegawai puskesmas yang seenaknya meninggalkan tempat tugas selama berbulan-bulan dan mengabaikan tugas pelayanan terhadap masyarakat.
Senada dengan itu Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten SBT Petrus Rusin di Bula memintah Pemerintah Kabupaten SBT khususnya Dinas Kesahatan untuk turun langsung melihat kondisi riil warga yang ada di desa Wunin-Eldedora, yang terisolasi dari berbagai aspek khususnya pelayanan kesehatan.

Dia mengaku sedih melihat penederitaan yang dialami oleh masyarakat Wunin-Eldedora, apalagi masalah kesehatan dimana, warga yang sakit harus mereka bawa ke puskesmas dengan berjalan kaki sekitar 13 kilo meter dengan mendaki gunung dan turun gunung, karena tidak ada Pustu di desa itu, yang lebih para lagi jalan yang dijadikan oleh Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu yang telah digusur sejak tahun 2006 sampai saat ini tidak jelas pekerjaannya.

Pantas saja kalau Kabupaten SBT masuk dalam katagri Daerah Buruk Kesehatan, karena pelayanan kesehatannya yang sangat buruk, bahkan selama ini tidak ada program penyuluh kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan, sehingga masyarakat tidak banyak tahu tentang wabah penyakit tertentu yang sangat membahayakan, apalagi selama ini banyak warga yang masih lebih yakin dengan pengobatan dukun dari pada karena tidak ada pelayanan kesehatan oleh Puskesmas ke desa wunin.

Anehnya lagi saat ada laporan dari masyarakat kalau ada wabah Diare di desa Wunin, petugas Puskes Wakatei memberikan keterangan kalau belum ada surat dari kepala desa sehingga mereka belum akan melakukan pelayanan, sehingga perlu ada efaluasi terhadap kinerja mereka termasuk menindak tegas pegawai puskesmas yang sering keluar daerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar