SARADAN NEWS

PIMPINAN DAN STAF SARADAN NEWS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1434 H, MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Minggu, 05 Februari 2012

Jalan Bula Werinama-Bula Adalah Kebijakan Pemda SBT Yang Tidak Populer


Pekerjaan Jalan Bula-Werinama Perlu Pengawasan

Anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menilai pekerjaan jalan lingkar Bula Werinama yang rencana selesai dikerjakan pada tahun 2013 nanti merupakan kebuijakan Pemerintah Daerah Kabupaten SBT yang sangat tidak popular, karena seharusnya jalan tersebut dikerjakan untukakses pergerakan barang dan Manusia sehingga ruas jalan yang perlu dikerjakan adalah jalan yang lintasannya  dihuni oleh penduduk

Dia mengatakan ruas jalan yang seharusnya dikerjakan terlebih dahulu adalah jalan Bula-Seram Timur dan Seram Timur- Werinama   termasuk membangun pangkalan taksi pada daerah yang strategis agar ada kemudahan yang dapat dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Timur, karena mamasuki usianya ke VIII tidak ada pembangunan yang berarti di Kabupaten Seram Bagian Timur, kalaupun ada pembangunan itu hanya terfokus pada wilayah tertentu sajaMenurutnya apaun bentuk dana dari pemerintah pusat yang ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah akan tetapiharus ada kordinasi dengan DPR untuk tetap melakukan pengawasan.

namun demikian Rumakat secara tegas mengatakan pekerjaan jalan jembatan lebih berorientasi pada lintasan hunian masyarakt,sehingga yanbg perlu dikerjakan adalah jalan Bula-Dawang,. Dawan Mesiwan dan Air Nanang Kelmuri serta Werinama ituyang terlebih dahulu gikerjakan mengingat penyebaran penduduk lebih banyak berada ditempat tersebut dari pada jalan Bula-Banggoi-Werinama.

Dia mengatakan seharusnya prioritas pembangunan tersebut harus merata dan tidak terfokus pada lokasitertentu sehingga tidak timbul presepsi kalau pembangunan lebih fokus ke Werinama saja. Di berharap Dadan Perencanaan Pembangunan lebih fokus untuk melihat tempat-tempat atau desa yang membutuhkan pembangunan.

Secara tegas Agil Rumakat memintah semua pihak harus melakukan control terhadap pekerjaan jalan lintas Bula-Weinama karena anggaran untuk pembangunan jalan tersebut sangat besar, namun begitu dirinya sangat kece karena selama ini jalan menuju Banggoi Kampung tidak pernah diprogramkan dalam perencanaan BSpeda KLabupaten SBT, padahal jalan menuju Banggoi kampong merupakan kebutuhan mendesak untuk segera dikerjakan sehingga membuka keterisolasian yang terjadi selama berpuluh-puluh tahun di desa Banggoi Kampung tersebut.

Selain itu jalan yang juga segera dikerjakan adalah pekerjaan jalan lingkar Pulau Keswui, jalan lingkar pulau teor dan jalan lingkar pulau groom yang sudajh terlebih dahulu digusur namun sampai saat ini belum masuk dalam program perencanaan Bapeda SBT. Sesuai rencana jalan Bula-Werinama dipastikan akan dilalui pada tahun 2013 nanti.Pait   

Kementrian Agama SBT Dukung Suksesnya MTQ Nasional

Kementrian Agama SBT Sosialisasi MTQ Nasional Di Masyarakat
 
Bula-Maluku 05/02. Kepala kementrian Kantor Deperteman Agama Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Ismael Rumfot mengatakan Kemnetrian Agma SBT terus melakukan kegiatan konsolidasi untuk menjaga kestabilan di SBT demi suksesnya pelaksanaan MTQ Nasional di provinsi Maluku nanti sehingga para kontingen dari berbagai provinsi yang mengikuti MTQ tersebut merasa aman dan nyaman.
 
Menurutnya yang dilakukan saat ini adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat berupa himbauan agar tidak terpengaru dengan isu-isu yang tidak bertanggungjawab, serta menghindari berbagai kegiatan yang dapat memicu terjadinya insiden yang berpengaru kepada stabilitas keamanan di Kabupetn SBT dan Maluku pada umumnya.
 
Rumfot mengatakan sesuai arahan Wakil Gubernur Maluku Said Asagaf di Kabupaten SBT saat tatap muka dengan Pemerintah Daerah SBT dan Tokoh agama dan masyarakat memintah pemerintah Kabupaten SBT untuk lebih giat melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat menjaga lingkungan masing-masing.
 
Sebelumnya Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu saat peringatan HUT SBT ke VIII juga mengajak masyarakat SBT untuk turut menjaga keamanan untuk suksesnya pelaksanaan MTQ tersebut, Ismael Rimfot mengatakan himbauan Gubernur Maluku itu sudah ditindaklanjuti, salah satunya yakni Kabupetn SBT sampai saat ini aman dan tidak terpengaru dengan berbagai isu yang sengaja disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dia mengaku berbagai persoalan yang berhubungan langsung dengan masalah keamanan telah diselesaikan dengan kerja sama Kepolisian.
 
Menurutnya sosialisasi yang dilakukan adalah di daerah siwalalat dan Pulau Keswui Kabupaten SBT, dengan melibatkan setiapSeksi yang ada pada Kemnetrian Agama Kabupaten SBT yakni Bimas Katolik dan Bimas Protestan, hal ini dilakukan agar kebersamaan yang terjalin selama ini dapat terus dijaga dan dipupuk agar MTQ Nasional dapat berjalan dengan baik, Dia mengaku masyarakat Kristen di Siwalalat dan masyarakat Kristen di menyabut baik kegiatan pelaksanaan MTQ di Maluku
 
Selain itu pembinaan yang dilakukan oleh masing-masing seksi menurut Ismail Rumfot dilakukan dilakukan di Siwalalat oleh Bimas Protestan, sedangkan Di Pulau Keswui-Teor oleh Bimas Katolik, Dia mengaku kalau toleransi beragama di SBT mulai terjalin dengan baik sehingga pelaksanaan MTQ ini akan berjalan dengan baik dan mendapat dukungan positif dari Pemerintah Daerah SBT dan semua elemen masyarakat di SBT.Pait 

Kamis, 02 Februari 2012

Sat Pol PP SBT Bertindak Sepihak


Pedagang Kaki Lima SBT Bentrok Mulut Dengan Sat Pol PP

Bula-Maluku 03/02, Ratusan Pedagang  kaki Lima di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yang terdiri dari para  ibu-ibu yang berjualan di pasar lama SBT bentrok mulut dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) yang melakukan pembongkaran secara paksa tempat jualan mereka, para ibu-ibu ini mengaku tidak terima dengan ulah Sat Pol PP yang melakukan pembongkaran secara sepihak

Mereka melempari Sat Pol PP yang berusaha membongkar tempat jualan mereka  karena belum ada pemberitahuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten SBT  kepada para pedagang setiap hari berjualan diareal pasar lama, menurut para pedagang seharusnya ada pemberitahuan dari terlebih dahulu sehingga mereka bisa mencari tempat lain untuk berjualan.

Sebagian besar mereka yang berjualan di pasar lama mengaku hasil jualan meraka ini setiap hari mereka harus membayar koperasi simpan pinjam, termasuk untuk membeli keperluan makan setiap hari, sehingga tidak manusiawi kalau pemerintah daerah SBT melarang mereka untuk berjualan di pasar lama, mengingat selama ini mereka hanya berjualan di pasar lama.

Karena tidak puas dengan ulah Sat Pol PP tersebut  ratusan ibu-ibu dengan menggunakan kendaraan roda dua menyerbu Kantor DPRD SBT dan diterima oleh Sekertaris Komis C Raad Rumfot dan Wakil Ketua Komisi B Agil Rumakat, mereka mendesak DPRD Kabupaten SBT untuk segera memanggil Kepala Sat Pol PP yang dinilai bertindak sepihak.

Sementara itu Sekertaris Komisi C DPRD Kabupaten SBT Raad Rumfot mengatakan akan segera melakukan pemanggilan terhadap Kepala Sat Pol PP SBT, namun demikian Dia mengatakan kalau sebelumnya telah ada pembicaraan dengan Pemerintah daerah lewat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang menyepakati untuk dilakukan penertiban dengan memindahkan mereka ke pasar baru di Kampung Timbul Tenggelam sehingga penataan kota Bula akan lebih baik.

Walau demikian Raad mengaku sangat kecewa kalau selama ini tidak ada sosialisasi dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan terhadap para pedagang kaki lima, ironisnya lagi Sat Pol PP langsung melakukan tindakan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya kepada para pedagang tidak ada pemberitahuan.
Saat ditanya soal rencana dipindahkan ke pasar Baru para pedagang kaki lima ini mengaku kalau semua telah dihuni, bahkan mereka mengaku kalau sebagian besar milik pegawai pemda yang kemdian disewakan dengan harga yang sangat mahal yakni Dua Juta Rupia, bahkan ini juga dibenarkan oleh Raad Rumfot, menurutnya telah menfengar kabar kalau sebagian besar pegawai Pemda telah memiliki tempat di pasar Baru.

Untuk itu DPRD SBT akan mengagendakan rapat dengar pendapat dengan Dinas Koperasi Perindustrian Dan Perdagangan termasuk dengan Sat Pol PP untuk memintah pertanggungjawaban mereka.Pait

Rabu, 01 Februari 2012

Sekda SBT : PNS Yang Tidak Disiplin DIpecat


Pemda SBT Beri Sangsi Terhadap PNS

Bula-Maluku 02/02, Pemerintah Daerah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) akan memberikan sangsi tegas terhadap setiapPegawau Negeri Sipl dilingkup Pemda SBT yang tidak melaksanakan tugas dengan baik berupa pemecatan sebagai PNS, penundaan kenaikan pangkat dan penurunan pangkat, hal; tersebut disampaikan Sekertaris Daerah Kabupaten SBT Syarif Makmur kamis siang.

Dia mengatakansampai dengan saat ini Pemerintah Kabupaten SBT telah memberhentikan PNS yang tidak melaksanakan tugas dengan baik dan bolos kerja  selama berbulan-bulan..Selain pemecatan menurut Sekda BUpati SBT Abdulah vanat telah menunjuk Asisten II Setda SBT untuk melakukan sidak pada setiap SKPD bahkan sesuai pendataan yang dilakukan selama ini ternyata banyak SKPD yang tidak pernah melakukan apel pagi dan siang apalagi kalau pimpinan SKP tidak berada ditempat.

Walau demikian Sekda mengatakan, PNS yang berprestasi dalam melaksanakan tugas akan diberikan penghargaan, sedangkan PNS yang melanggar disiplin kerja akan diberikan sangsi, hal ini terbukti pada pelaksanaan HUT Kabupaten SBT yang ke 8 dimana Pemda SBT memberikan penghargaan kepada kepada PNS yang berprestasi dan penilaian kepada Kantor Dinas yang bersih dan Kotor. Sekda mengakau bagi PNS yang telah diberhentikan ini Pemda SBT sebelumnya telah memberikan sangsi berupa teguran pertama dan kedua, termasuk pembinaan, namun PNS yang bersangkutan tetap melakukan pelanggaran yang sama  sehingga BUpati SBT mengelyarkan Surat Keputusan Pemberhentian.

Saat ditanya soal isu adanya pemecatan terhadap 9 PNS di Lingkup Pemda SBT, Sekda Syarif Makmir mengatakan belum mengetahui, namun demikian Dirinya bersama Bupati dan Wakil Bupati masih menunggu Laporan dari Setiap SKPD lewat badan Kepegawaian daerah (BKD) SBT.  
walau demikian banyak PNS di SBT yang masih tetap berkeliaran di luar saat jam kerja, termasuk masuk dan keluar kantor sesuka hati.Pait

Dharma Wanita Kementrian Agama SBT Dukung MTQ Nasional Di Ambon


Perempuan Harus Maju

Bula-Maluku 02/02, Dharma Wanita Unit kementerian Depertemen Agama Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) diharapkan dapat memberikan suport kepada kinerja para PNS dilingkup Kantor Kementrian Depertemen Agama di SBT. Hal tersebut disampaikan Kepala kantor Kementrian Agama SBT Drs Ismael Rumfot pada pelantikan Dharma Wanita Kantor Agama kamis Pagi.

Menurutnya bekerja pada lingkup Kantor Agama adalah untuk mencari kehidupan kama sebagai istri harus memberikan dorongan, sehingga suami akan bekerja lebih baik dalam memenuhi kebutuhan keluarga, menurutnya banyak PNS dilingkup kementrian Bula yang masih belum maksimal dalam bekerja, sehingga dengan organisasi ini, semua persoalan terkait dengan masalah kerja dapat teratasi dengan bai.

Sebagai perempuan saat ini bukan jamannya lagi untuk hanya tinggal di Rumah menjaga anak dan melayani suami, namun perempuan saat ini lebih digiatkan untuk ikut maju salah satunya adalah pelantikan Dharma Wanita di Lingkup kementrian Agama Bula, ujar Rumfot pada arahannya itu, selain itu Dia juga memintah para suami untuk dapat memberikan kesempatan kepada ibu-ibu untuk menggunakan organisasi ini sebagai ajang saling mengenal, untuk menjadi conto bagi organisasi lain dengan tetap menjaga moto, berpikir Bersama, Bekerja bersama, berjalan bersama, maju bersama berhasil bersama, dan itulah indahnya kebersamaan, tegas Ismael Rumfot.

Senada dengan itu Ketua Dharma Wanita Kantor Kementrian Agama Kabupaten SBT Inem Rumfot mengatakan akan melaksanakan tugas sesuai dengan program kementrian Agama diantaranya kegiatan Sosial Budaya, Ekonomi dan pendidikan, termasuk melakukan kegiatan keagamaan. Selain itu sebagai bagian dari Kementrian Agama akan tetap memberikan dukungan terhadap setiap kegiatan yang telah dirogramkan.

Salah satu moment yang dihadapi saat ini adalah MTQ Tingkat nasional di Maluku, menurut Inem Rumfot Dharma Wanita Kementrian Agama Bula akan memberikan dukungan penuh terhadap suksesnya kegiatan itu yakni memberikan sosialisasi terhadap masyarakat untuk tetap menjaga keamanan termasuk melakukan pertemuan dengan para tokoh agama melalui perwakilan keagaman di Kantor Agama Bula.

Sedangkan terkait dengan masalah kekerasan dalam Rumah Tangga Inem Rumfot mengaku itu akan menjadi bagian penting dalam agenda kerja Dharma Wanita Kementrian Agama, karena perempuan bukan tempat kekerasan, tetapi perempuan adalah tempat kasih sayang yang harus dijaga, menurutnya banyak terjadi kekerasan dalam Rumah tangga yang saat ini belum mendapat perhatian serius dari pihak terkait